Bunda Ayah pasti ingin anak tumbuh dekat dengan Al-Qur’an, bukan hanya bisa membaca, tapi juga mencintainya. Sayangnya, banyak orang tua fokus mengejar kelancaran bacaan anak, sampai lupa bahwa ada hal yang sama pentingnya: adab sebelum membaca Al-Qur’an.
Padahal, adab inilah yang membentuk hati anak agar memuliakan Al-Qur’an, bukan sekadar menganggapnya sebagai “pelajaran” yang harus dihafal. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan tujuh adab sebelum membaca Al-Qur’an yang bisa mulai diajarkan ke anak sejak dini, lengkap dengan dalil dan cara menerapkannya tanpa membuat anak merasa terbebani.
📌 Ringkasan Singkat: Adab sebelum membaca Al-Qur’an mencakup niat ikhlas, bersuci (wudhu), memilih tempat yang bersih, membaca ta’awwudz dan basmalah, duduk dengan sopan, berpakaian rapi, serta menghadirkan hati saat membaca. Mengajarkan adab ini sejak dini membantu anak memuliakan Al-Qur’an, bukan sekadar membacanya sebagai rutinitas.
Apa Itu Adab Sebelum Membaca Al-Qur’an?
Adab sebelum membaca Al-Qur’an adalah rangkaian sikap, persiapan, dan niat yang dianjurkan dalam Islam sebelum seseorang mulai membaca Kalamullah, baik secara fisik (seperti bersuci dan berpakaian sopan) maupun secara batin (seperti niat ikhlas dan menghadirkan hati).
Imam Nawawi dalam kitabnya At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an menjelaskan bahwa adab terhadap Al-Qur’an mencakup adab lahir (fisik) dan adab batin (hati), dan keduanya sama-sama harus diperhatikan agar bacaan Al-Qur’an benar-benar membawa keberkahan.
Untuk anak usia dini, adab ini biasanya diperkenalkan secara bertahap melalui contoh dan kebiasaan, bukan hafalan teori semata.
Mengapa Adab Membaca Al-Qur’an Penting Diajarkan Sejak Dini?
Banyak orang tua bertanya, “Apa anak sekecil itu sudah perlu diajarkan adab, bukan langsung baca saja?” Jawabannya: justru usia dini adalah waktu terbaik, karena di fase inilah kebiasaan tertanam paling kuat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 79:
“Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali orang-orang yang disucikan.”
Ayat ini menjadi salah satu dasar mengapa kesucian, baik fisik maupun hati, dianjurkan sebelum berinteraksi dengan Al-Qur’an. Jika anak terbiasa sejak kecil memuliakan Al-Qur’an lewat adab-adab sederhana, ia akan tumbuh dengan rasa hormat alami terhadap Al-Qur’an, bukan sekadar menghafal ayat tanpa makna.
Tanpa penanaman adab sejak awal, anak berisiko menganggap mengaji sebagai kewajiban yang membosankan, bukan momen yang ia rindukan setiap hari.
7 Adab Sebelum Membaca Al-Qur’an yang Perlu Diajarkan ke Anak
1. Niat yang Ikhlas Karena Allah
Adab pertama dan paling mendasar adalah meluruskan niat. Ajarkan anak bahwa membaca Al-Qur’an bukan untuk dipuji, dibandingkan dengan teman, atau sekadar menyelesaikan target, melainkan karena Allah semata.
Cara sederhana mengajarkannya: ajak anak mengucapkan “Bismillah, aku mau membaca Al-Qur’an karena Allah” sebelum mulai, sebagai pengingat lembut setiap hari.
2. Bersuci (Berwudhu) Sebelum Menyentuh Mushaf
Disunnahkan untuk berwudhu sebelum menyentuh dan membaca Al-Qur’an, sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian kalam Allah. Untuk anak, ini bisa dijadikan rutinitas menyenangkan: wudhu dulu, baru buka mushaf.
Kebiasaan ini juga melatih anak memahami bahwa Al-Qur’an adalah sesuatu yang istimewa, sehingga perlu persiapan khusus sebelum menyentuhnya.
3. Memilih Tempat yang Bersih dan Tenang
Adab berikutnya adalah memastikan tempat membaca Al-Qur’an bersih dari najis dan jauh dari suasana ramai atau berisik. Tempat yang nyaman membantu anak lebih mudah fokus dan merasa tenang saat mengaji.
Bunda bisa membuat “sudut ngaji” khusus di rumah, dihias sederhana, agar anak punya asosiasi positif setiap kali duduk di tempat itu.
4. Membaca Ta’awwudz dan Basmalah
Sebelum mulai membaca, dianjurkan mengucapkan ta’awwudz (“A’udzu billahi minasy syaithanir rajim”) lalu basmalah. Allah berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 98:
“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Ajarkan anak melafalkannya dengan suara pelan dan penuh kesadaran, bukan sekadar diucapkan cepat sebagai formalitas pembuka.
5. Duduk dengan Sopan dan Menghadap Kiblat
Meski tidak wajib, duduk dengan sopan (misalnya bersila) dan menghadap kiblat termasuk adab yang dianjurkan saat membaca Al-Qur’an. Posisi duduk yang tenang juga membantu anak lebih fokus dan tidak mudah teralihkan.
Hindari posisi membaca sambil tiduran atau bermain, karena hal ini bisa membentuk persepsi bahwa Al-Qur’an “bisa dibaca sambil lalu”.
6. Berpakaian Rapi dan Menutup Aurat
Mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat saat membaca Al-Qur’an mengajarkan anak bahwa momen ini berbeda dari aktivitas bermain biasa. Untuk anak perempuan, ini juga menjadi langkah awal membiasakan diri dengan adab berpakaian dalam ibadah.
7. Menghadirkan Hati (Khusyuk) Saat Membaca
Adab terakhir, dan sering kali yang tersulit, adalah menghadirkan hati. Allah berfirman dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4:
“…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan).”
Tartil bukan hanya soal kecepatan membaca, tetapi juga soal kehadiran hati saat membaca. Ajak anak berhenti sejenak di ayat-ayat yang mudah dipahami, lalu tanyakan, “Menurutmu, ayat ini artinya apa, ya?” agar anak terbiasa tadabbur sejak dini.
Bagaimana Mengajarkan Adab Ini Tanpa Membuat Anak Tertekan?
Banyak orang tua khawatir, terlalu banyak aturan justru membuat anak menjauh dari Al-Qur’an. Kuncinya adalah konsistensi yang lembut, bukan paksaan sekaligus.
Berikut tiga langkah praktis yang bisa dicoba:
- Perkenalkan satu adab dalam satu waktu. Tidak perlu langsung menuntut anak menguasai ketujuhnya sekaligus.
- Jadikan diri sendiri sebagai contoh. Anak meniru kebiasaan orang tua jauh lebih cepat daripada mengikuti instruksi verbal.
- Apresiasi proses, bukan hanya hasil bacaan. Pujian sederhana seperti “MasyaAllah, tadi kamu wudhu dulu sebelum ngaji ya” lebih bermakna daripada sekadar menilai kelancaran bacaan.
FAQ Seputar Adab Membaca Al-Qur’an
Apa adab pertama yang harus diajarkan sebelum anak membaca Al-Qur’an?
Adab pertama yang perlu diajarkan adalah meluruskan niat, yaitu membaca Al-Qur’an karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dibandingkan dengan anak lain. Niat menjadi fondasi sebelum adab-adab fisik lainnya diajarkan.
Apakah anak kecil wajib berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an?
Berwudhu sebelum menyentuh mushaf adalah sunnah yang sangat dianjurkan, meski belum menjadi kewajiban syar’i bagi anak yang belum baligh. Membiasakannya sejak dini membantu menanamkan rasa hormat terhadap Al-Qur’an.
Bagaimana cara mengajarkan adab membaca Al-Qur’an pada anak usia 5 tahun?
Untuk anak usia 5 tahun, ajarkan satu adab sederhana dalam satu waktu, misalnya membaca basmalah sebelum mulai, lalu dilanjutkan dengan contoh langsung dari orang tua. Pendekatan bertahap dan konsisten lebih efektif daripada menjelaskan semua adab sekaligus.
Apakah adab membaca Al-Qur’an memengaruhi kecintaan anak terhadap Al-Qur’an?
Ya, adab yang diajarkan dengan lembut membantu anak memandang Al-Qur’an sebagai sesuatu yang istimewa dan dirindukan, bukan sekadar rutinitas wajib. Hal ini berkontribusi besar pada kecintaan anak terhadap Al-Qur’an dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Mengajarkan adab sebelum membaca Al-Qur’an, mulai dari niat yang ikhlas, bersuci, memilih tempat yang tenang, hingga menghadirkan hati, adalah investasi jangka panjang yang membentuk kecintaan anak terhadap Al-Qur’an, bukan hanya kemampuan membacanya.
Mulailah dari satu adab yang paling mudah diterapkan hari ini, lalu bangun konsistensinya pelan-pelan bersama anak. Simpan artikel ini sebagai panduan, dan bagikan ke pasangan agar penerapannya lebih konsisten di rumah.
Ingin tahu lebih lanjut bagaimana Kaffah Priority membantu menanamkan adab membaca Al-Qur’an pada anak melalui pendampingan privat? Kunjungi kaffahpriority.info untuk info lebih lanjut.
